Trip to Sangiran II, Cluster Dayu


Satu tahun lebih sudah saya hidup di kota Solo. Sekian lama berkelana di kota ini, ternyata masih banyak Spot kece di sekitaran kota ini yang belum saya pernah jamah. 

Contohnya hari ini, di sela kunjungan kerja, saya bersempatkan trip colongan ke Situs purbakala Sangiran. Meski dulu pernah main ke Museum Sangiran, baca : Trip to Sangiran I 
ternyata masih ada bagian dari situs ini yang terlewat.  FYI, di situs Sangiran ternyata di bagi menjadi beberapa cluster selain karena daya tampung di museum utama sudah overload, pembagian cluster2 juga untuk memudahkan pengunjung mengidentifikasi sejarah sekaligus sebagai upaya mengksplorasi daerah2 di sekitaran Sangiran, yang mana juga berdampak pada perputaran roda perekonomian masyarakat di sekitaran Sangiran. 

Seperti yang disebutkan tadi, hari ini saya mengunjungi salah satu bagian dari Situs Sangiran, tepatnya cluster Dayu. Secara geografis, Mueum Dayu terletak di desa Dayu Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karang Anyar. Gondang Rejo memang bersebelahan dengan Sangiran di kabupaten Sragen. Secara umum, Cluster ini lebih memfokuskan koleksi dan berbagai hal tentang lapisan tanah yang ditemukan pada jutaan tahun lalu di Sangiran.
Trip kali ini saya disponsori oleh si Fendi, rekan sesama prajurit di perusahaan tempat kami kerja mencari sesuap nasi. Sebagai warga lokal, Fendi dengan cakap mengantarkan saya membelah menembus hutan jati menuju museum tanpa takut nyasar. Meski kadang sok tau dan nyungsep dijalanan yang sedikit berlubang.. duh..
Gapura Masuk museum Dayu.
Poster yang terpasang sepanjang jalan menuju museum
Jalanan khas Situs Sangiran yang konturnya berupa perbukitan cadas, Cor Beton.. harap waspada selain banyak ranjau jalan berlubang, sebagian jalan juga ada perbaikan karena longsor
Sampailah kita di Museum Dayu
Cukup dengan membayar Rp 5000, untuk 1 orang
Karena Museum ini termasuk baru dan belum banyak pengunjung, kita diwajibkan mengisi buku tamu. Meski sudah siang ternyata kita adalah pengunjung ke Sembilan! iya baru ada tujuh orang yang berkunjung. Mungkin karena ini bukan hari libur jadi sepi.. 
Begitu masuk kita langsung di hadapkan di taman berundak yang lumayan luas.. Diantara taman tersebut terdapat anjungan2 yang berisikan info tentang tekstur dan lapisan tanah purba. 

Benar saja, di tempat yang lumayan luas ini kami tidak melihat pengunjung selain kami. Mungkin ke tujuh orang tadi hanyalah mitos

salah satu anjungan yg terdapat di museum Dayu
Sedikit saran, kalau ke sini sore/pagi mungkin sedikit lebih asik, untuk menuju ruang utama di bawah sana kita harus melewati anjungan anjungan di taman dan menuruni anak tangga yang lumayan panjang di ruang terbuka. Mengasikan sih, tapi kita ke sini saat sang surya tepat di atas kepala kita. Buseeet... panasnya matahari terasa begitu menyengat siang itu...
Pintu masuk gedung utama di bawah. Melintasi jembatan, di bawah mengalir kali kecil, sekaligus sebagai kandang bebrapa ekor rusa. (ga sempet foto. panasss)
Di dalam gedung, seperti layaknya museum terdapat berbagai deorama dengan sedikit efek audio.. lumayan berasa lagi di jaman purba
Kerangka Kerbau Purba
Pucangan, Grezbank dll merupakan lapisan susunan tanah yang jutaan tahun silam yang di temukan di Dayu
Suasana di dalam Gedung Utama
Di Gedung utama ni juga terdapat basement yang berisi big screen yang memutar film dokumenter penemuan2 barang di Dayu, Sekaligus lokasi Asli eskavasi yang dibiarkan alami membentuk cerukan dalam.
Lukisan disepanjang lorong  TK)gedung (berasa anak
Tantangan berat saat mau pulang. Naik bukit... mana gak ada yang jualan es T.T


Masih penasaran dan karena koleksi museum yang masih sedikit, Iseng sebelum pulang tanya2 dan ngobrol dengan para security yang tiap hari menjaga museum. 

Justru bagi saya, Trip hari ini yang paling berkesan adalah saat ngobrol ngalor ngidul dengan bapak2 satpam ini. banyak cerita menarik yang mengalir dari mulut mereka. Kalau boleh saya lebay, mungkin cerita mereka saat berjaga dinas malam lebih gokil dan keren daripada kisah ben stiller dan robin william di Night at the Museum!!! hahaha

Tak terasa sudah dua jam kita disini, Notif email kantor dari tadi sudah berisik.. Saatnya balik, masih banyak pekerjaan di kantor yang harus diselesaikan. Paling gak, lumayanlah refresing bentar sembari menambah pengalaman seru di sela-sela jam kerja visit ke area. 

Nemu kata2 menarik di salah satu anjungan museum: 
"Persainganpun makin sengit, hukum evolusi berlaku. SURVIVAL OF THE FITTEST (siapa siap dia akan bertahan!)"

0 comments:

Post a Comment

 

About Me

My photo
Professional Medical Representative | Liverpudlian | road bikes rider | BISMANIA | blogger | Banjarnegara

*Bukan karena Latah "My Trip My Adventure" trs jadi sok2an ikut ngetrip sana-sini. Cuman dari dulu suka aja sesekali memanjakan diri dengan jalan-jalan sekedar buat plesiran...

Everyday is Holyday

Prakosoandhika on FB